COUP DE NEUF #7 : NEW PLACE, NEW AMBIENT, SAME STORY
29 05 2010
Finally. Mungkin itulah satu kata yang bisa menggambarkan Coup de Neuf #7 ini. Acara yang seharusnya diselenggarakan pada tanggal 24 April 2010 itu harus mundur dengan berbagai pertimbangan dan akhirnya diselenggarakan 22 Mei 2010. Tentunya, hal itu juga beralasan, karena pada akhirnya Coup de Neuf berhasil menawarkan sesuatu yang baru dibandingkan acara coup de neuf yang sebelumnya. Kematangan acara, dan suasana yang berbeda yang dikemas dalam balutan konsep yang berbeda.
Jika kita terbiasa dengan Coup de Neuf yang diselenggarakan di CCF, kali ini hal yang paling jelas berbeda adalah pemindahan venue yang beralih ke Concordia Room, Bumi Sangkuriang jl. Kiputih no.12 Ciumbuleuit Bandung. Apakah hanya sebatas itu? Tentu tidak. Karena untuk lebih meminimalisir kejenuhan penonton dan alasan me-refreshed suasana, beberapa hal lagi yang bisa membuat minat anak-anak muda ini muncul adalah satu hal yang selalu menjadi andalan dari event Coup de Neuf, yaitu line up. Line-up Coup de Neuf #7 diisi oleh Tika & The Dissidents, Frau, Everybody Loves Irene, Funny Little Dream, Monday Math Class. Jika dilihat dari line-upnya, terdapat beberapa benang merah yang menjadi alasan mengapa Coup de Neuf kali ini sangat menarik: tidak ada satupun line-up yang berasal dari Bandung, and it’s all about women, karena semua vokalis band-band pendukung adalah wanita. Tampaknya memang Coup de Neuf kali ini ingin menyampaikan pesan bahwa Coup de Neuf tidak pernah menganak-emaskan musisi Bandung hanya karena acara ini diselenggarakan di kota ini, terbukti dari line-up kali ini, bahkan Frau adalah musisi yang berasal dari Jogja.
Funny Little Dream band asal Jakarta, mengawali acara Coup de Neuf 7 ini, Funny Little Dream adalah duo indie pop asal Jakarta, Indonesia. Terbentuk pada Desember 2007, band yg diperkuat oleh Peppy (vokal) dan Ganesha (vokal/ musik) ini sempat merilis EP lewat label indie pop asal Amerika Serikat, dan ikutan album kompilasi besutan label indie Jerman pada 2008 lalu, kali ini mereka melepas album penuh pertamanya, Funny Little Dream, lewat label Indonesia. Sebuah pembukaan yang sangat indah dengan musik yang easy listening yang di suguhkan oleh Funny Little Dream ini.
Perfomer kedua yaitu Everybody Loves Irene, band Trip-Hop asal Jakarta, melepas rindu mereka karena sudah lama tidak main di Bandung. Musik yang down tempo dan sedikit gloomy ini mampu menghipnotis para audience yang mulai memenuhi Concordia Room ini. Dan mereka juga membawakan sebuah single yang tidak pernah mereka bawakan di tempat lain, sebagai pertanda rindu mereka terhadap kota Bandung ini. Penampilan ketiga merupakan penampilan dari Monday Math Class, yang lagi berasal dari Jakarta ini. Band yang di gawangi oleh Priscillia (vocal),Ario (Gitar), Hasief (Occasional Vocal), Ecang (Bass), Ildo (Drums) dan Asra (keyboard) ini juga mampu menghipnotis para audience yang hadir.
Dan penampil ke empat ini mungkin merupakan penampilan yang di tunggu oleh para Audience yang hadir di Concordia Room, yaitu Frau, seorang solois asal kota Jogja yang merupakan side-project dari Leilani Hermiasih. Penampilan dari Frau ini juga akhirnya mengobati rasa penasaran para penikmat music di kota Bandung ini, karena ini kali pertamanya Frau main di kota kembang.
And..Voila! kita bertemu dengan penampil terakhir yang sekaligus menjadi klimaks dari event Coup de Nuef ini yaitu Tika & The Dissidents, yang sekarang Tika ini tampil dengan band pengiring yang di beri nama The Dissidents ini, mampu memberikan kepuasan dengan lagu-lagunya yang sangat cerdas dan mudah di cerna.
Secara keseluruhan, dengan konsep dan suasana yang berbeda, tentunya tidak mengurangi semarak dan kesuksesan acara ini. Terimakasih, dan sampai bertemu di Coup de Neuf selanjutnya!
Comments : Leave a Comment »
Categories : Uncategorized
ticket coup de neuf 7 available now!
12 05 2010ticket coup de neuf 7 available at:
UNKL347 jln. Trunojoyo no.4 Bandung
Loubelleshop Jln. Setiabudhi no. 56 Bandung
IDR.25.000
and do not forget we are moving to Concordia room, Bumi Sangkuriang
jln. Kiputih no.12. Ciumbuleuit, Bandung
new place, new ambient, same story!
see you there!
Comments : Leave a Comment »
Categories : Uncategorized
COUP de NEUF 7
5 05 2010Coup de Neuf 7
Saturday, May 22 2010
Concordia, Bumi Sangkuriang
Jl. Kiputih no.12 Ciumbuleuit, Bandung
Performing
Tika & THe Dissidents
Frau
Everybody Loves Irene
Funny Little Dream
Monday Math Class
Ticket available on 12 May 2010
Ticket Box:
Loubelleshop Jln. Setiabudhi no. 56 Bandung
UNKL347 Jln. Trunojoyo no. 4 Bandung
IDR 25.000
For further info please call:
FFWD Records. Jl. Setiabudi no.56 Bandung
phone: +6222032740
ticket limited, so grab them fast!
see you lads!
Comments : Leave a Comment »
Categories : Uncategorized
Coup de Neuf 7
8 04 2010new place, new ambient, same story
Halo!
Mengulang kembali kesuksesan gelaran sebelumnya, ff/wd event melanjutkan Coup de Neuf edisi berikutnya yang diselanggarakan pada Hari Sabtu, 24 April 2010 di Concordia Bumi Sangkuriang, Jalan Kiputih No 12 Ciumbuleuit, Bandung, dengan rincian line up dibawah in
funny little dream
Funny Little Dream adalah duo indie pop asal Jakarta, Indonesia. Terbentuk pada Desember 2007, band ini diperkuat oleh Peppy (vokal) dan Ganesha (vokal/ musik).
Ciri khas mereka ada di penyajian musik yang ringan, mudah dicerna dan sarat akan melodi yang manis.
Sempat merilis EP lewat label indie pop asal Amerika Serikat, dan ikutan album kompilasi besutan label indie Jerman pada 2008 lalu, kali ini mereka melepas album penuh pertamanya, Funny Little Dream, lewat label Indonesia.
Debut album self titled ini rilis 31 Desember 2009, di bawah bendera Lovely Records.
www.funnylittledream.com
www.myspace.com/funnylittledream
Monday Math Class
Monday Math Class (or MMC if you’re lazy) formed in late 2006 when Priscilla hooked up with Ario (you may know him from The Adams) to write some songs just for fun and put them up on MySpace. Turns out quite a few people liked what they heard and even invited us to play at their gigs. So to flesh out our live sound, Hasief joined for our first gig, and eventually Echang and Kiting came along to add some much needed musicianship to the mix.
What do we sound like? Have you ever heard the sound of a basket of bunny rabbits getting massacred by machete? We haven’t, but we’ve got a hunch that we sound much more pleasant than that. (If you’ve heard the sound of a basket of bunny rabbits getting massacred by machete, then you’re a sick, sick bastard.)
http://www.myspace.com/mondaymathclass
everybodylovesirene
EVERYBODY LOVES IRENE was born in 1998. It all started with a band named Gooton, consisting Yudhi Arfani (guitar), Dimas Anindityo (bass), and Mulyadi Triharsono (drum) when they were only in junior high school! All three grew to become friends in the same scene that popped up several britpops gigs, popular in Jakarta at that time. However, the band went without permanent vocalist. After some time, in 2001 the boys met Irene Yohanna, a girl with remarkable voice. Her voice trully made a break. All the boys loved it. Even more, everybody loves Irene! This in fact is the exact sentence that became the name of the band EVERYBODY LOVES IRENE. She soon became the main icon of this band.
With spare-backing tracks and emotional yet wrenching vocal, EVERYBODY LOVES IRENE play music for times when ecstasy wears off and the tingle becomes a chill. It’s a dance noir for those too world-weary to move. Their music quality got even more enriched when Aulia Naratama (synthetizer) joined the band. This is the last, perfect and solid format for the band to produce new, great songs like Memento Mori, Gravity Always Win, Try Try Try, The Lullaby Show, and the list goes on.
EVERYBODY LOVES IRENE’s music might sound like seen as a really unhappy world. On its creative process, it admits that it is mostly inspired by some talented musicians like Emiliana Torrini, Goldfrapp, Air, Mono, Sneaker Pimps, Portishead, Anjali, Radiohead, Cocteau Twins, Sigur Ros, The Smiths, Bloc Party, and some other great musicians that cannot be mentioned one by one. This would make them an eclectic indie-pop band with lot of organic trip-hop influences that touches a view element of multi-layered electronica sounds. It will reveal such dark ambience when these young acts is started to perform their non-standard songwriting.
EVERYBODY LOVES IRENE has created lunatic fans among the music lovers, regarding the quantity of presenting themselves in some international events that they have participated, such as Baybeats International Festival 2007 in Singapore. Among these times, EVERYBODY LOVES IRENE has already released their first album entitled The Very First Thing You Must Learn About Flying Is Gravity as their first musical journey in late 2006 which attract fans not only from Indonesia but also from the neighboring countries and even Europe. The fact that they are gaining more popularities has attracted attention from the International Music Television: Channel [V] which featured them in their TV show about indie bands in asia: AMP Around Asia. EVERYBODY LOVES IRENE has also participated in some local and international compilation album, including a nation-wide movie original soundtrack entitled Gerbang13 and a TV serial titled Dunia Tanpa Koma (DTK). Right now they’re in the process of releasing the 2nd album which titled On Second Thought, I Might Wanna Change Some Things that planned to be release on 08.08.08.
Another thing that we can say is that if you’re making out at home or pining home alone, EVERYBODY LOVES IRENE is the most appropriate one to leisure.
http://www.everybodylovesirene.com/
http://www.myspace.com/everybodylovesirene
http://everybodylovesirene.multiply.com
frau
It all began as a playful side project. Leilani Hermiasih was just a little bored with her daily life. Her background in classical piano (which she had learned in some lessons with a superbly nice and patient old lady since she was about 7) gave her a little idea in what kind of game she wanted to play. She wanted to play the game of fun music. It was never that hard. All of the melodies would come out of outer space, and magically place themselves into her fingers as she then tried to put them all together into a proper song. Lyrics were added, and voila! It was done. Ding!
She was also inspired by a lot of musicals produced by Cameron Macintosh and written by Andrew Lloyd Webber she watched everyday in her early years. So you might also get a little taste of that.
She picked to go by another name, frau, because she feels that she doesn’t stand alone in this whole new drama she’s creating. She’s in this all with her beloved piano she named Oskar. Frau itself means “mrs.” or “wife” in Deutsch / German, which then places her to be the ‘wife’ of Oskar. And together, they will create little cute fun babies, which you could all listen to. Oh, and besides Oskar, she would be colaborating with a damn lot of great musicians with their secret weapons.
But then again, frau doesn’t like to be too serious in making you listen to her. So just take your cup of tea and enjoy every spit of her voice and Oskar’s!
http://www.frau.co.nr
http://www.myspace.com/ffrau
TIKA & the dissidents
Setelah kelelahan berganti-ganti pasangan di atas panggung dalam setiap penampilannya, TIKA akhirnya memutuskan untuk membentuk band pengiring permanen. Maka berpadulah the Dissidents, pada tahun 2006. Seiring waktu, ketiga lelaki dengan gaya bermusik yang beragam ini, menjadi sangat berpengaruh dalam proses penulisan lagu TIKA. Susan Agiwitanto sang bassist (ya ia adalah lelaki, dan ya nama aslinya memang Susan), adalah personil dengan koleksi baju hitam terbanyak dalam band ini. Susan membagi waktunya antara sang istri tercinta, TIKA, dan band progressive bernama “In Memoriam”. Saat bergabung dengan TIKA, Susan menggantung bass elektrik lima senarnya dan mulai memainkan contrabass untuk menyesuaikan diri dengan musik TIKA.
Berikutnya, penabuh drum Okky Rahman Oktavian. Pemuda Padang yang di usia 25 tahun, tubuhnya masih terus bertambah tinggi (tidakkah ini sedikit mengkhawatirkan?). Okky berangkat dari band post-rock “godsmustbecrazy”. Selain bermain musik dan bekerja di sebuah perusahaan IT, ia juga seorang pencerca bermulut tajam yang sadistis namun jenaka.
Terakhir adalah si pemikat hati wanita, Luky Annash. Pria sensitif bertutur halus yang piawai memainkan jarinya di piano. Luky telah bermain bersama TIKA sejak sebelum kedua personil di atas bergabung. Hampir setiap waktu ia menjejali telinganya dengan lagu-lagu Tori Amos dari iPod putihnya, hingga tak elak gaya bermusiknya pun tertular. Selain bermain dengan “TIKA & the dissidents” Luky juga seorang penyanyi dan penulis lagu berbakat yang mempunyai proyek solonya sendiri.
www.suaratika.com
www.twitter.com/suaratika
www.formspring.me/dissidents
Ticket Rp. 25.000,- + 20% Discount for CONVERSE product dan dapat dibeli mulai hari rabu tanggal 14 April (ticket box menyusul
ticket limited, so grab them fast
sampai berjumpa disana!
Comments : Leave a Comment »
Categories : Uncategorized




































SPEAK TO US THROUGH YOUR COMMENT